Jadi Programmer, Pegawai Bank atau PNS? - Galih Laras Prakoso

Rabu, 06 Februari 2019

Jadi Programmer, Pegawai Bank atau PNS?
Selamat datang di blogku teman-teman, pada tulisanku kali ini aku ingin sedikit berbagi pengalamanku setelah lulus kuliah dan hingga saat tulisan ini tertulis aku sudah bekerja 5 bulan sebagai Programmer. Kalian jangan salah paham dulu gara-gara membaca judul dari postingan ini, karena menurutku semua jenis pekerjaan itu pasti memiliki kekurangan dan kelebihan, bagus atau tidaknya sebuah pekerjaan tergantung dari orang yang menjalaninya. Apakah dengan pekerjaan tersebut dia dapat semakin berkembang, semakin bisa mengasah skill-nya, dan apakah dia bisa menikmati pekerjaan tersebut atau tidak.

Semakin dewasa tentunya aku semakin realistis bahwa sebenarnya tidak ada pekerjaan yang benar-benar "enak" semua pekerjaan memiliki harga yang harus dibayar. Motivator biasanya dengan mudah berkata "Pilihlah pekerjaan yang sesuai dengan passionmu!", namun terkadang realita justru membawa kita kepada sesuatu yang justru membuat kita merasa bosan atau kehilangan gairah. Dan terjebak oleh rutinitas yang secara tidak langsung menumpulkan kreatifitas kita dan mematikan secara perlahan keberanian kita untuk mencoba sesuatu yang baru.

Sebenarnya tulisanku kali ini tertuju kepada kalian yang kuliah dengan mengambil jurusan Teknik Informatika. Bukan ingin memotivasi kalian untuk menjadi programmer, bukan juga untuk mengatakan bahwa programmer adalah pekerjaan yang enak dan menghasilkan banyak uang. Namun dengan tulisan ini aku ingin sedikit mengajak kalian untuk berpikir realistis.

Kenapa aku memilih untuk bekerja sebagai Programmer?
Aku punya jawaban singkat untuk pertanyaan diatas, "Karena aku suka ngoding". Menulis baris kode yang membuat komputer dapat memahami dan mengerjakan apa yang aku inginkan adalah kesenangan tersendiri bagiku hingga saat ini.

Ya, aku memilih pekerjaan yang aku suka, dan karena aku yakin juga bahwa peluang pekerjaan di bidang Teknologi Informasi akan terus berkembang pesat. Aku sebenarnya juga ga pengen jadi programmer seumur hidup. Kalau aku merasa pengalaman sudah agak lumayan, aku akan cari tantangan baru untuk memulai sesuatu sendiri. Tapi karena aku suka ngoding, ya aku akan tetap ngoding. Buat proyek yang seru-seru dan berfaedah. 😁

Sulit ga sih jadi Programmer?
Ya, seperti yang sudah aku bilang di paragraf sebelumnya bahwa tidak ada pekerjaan yang benar benar "enak". Poinnya bukan disitu.


Dulu ketika aku masih kuliah, aku merasakan bahwa banyak dari teman-temanku yang tidak memiliki tujuan yang jelas ketika kuliah dan mengambil jurusan TI. Itu terbukti bahwa kebanyakan hanya mengikuti alur perkuliahan tanpa ada kesadaran untuk sedikit mengintip dunia nyata. Kebanyakan hanya berpikir untuk lulus kuliah dengan tepat waktu untuk wisuda.

Dengan begitu, sangatlah wajar jika kebanyakan dari mereka berkata bahwa menjadi Programmer itu sulit. Yak, sama halnya jika kita tidak pernah menyentuh sepeda, tidak pernah belajar cara naik sepeda, lalu suatu hari kita dipaksa untuk naik sepeda dan menempuh perjalanan jauh dengan sepeda. Ya pasti saja kita akan bilang itu adalah hal yang sulit. Menurutku bakat adalah omong kosong. Semua butuh kerja keras. Semua butuh waktu untuk belajar.

Kenapa banyak jurusan TI yang ketika lulus banyak yang bekerja di bidang lain?, Karena mungkin kebanyakan dari lulusan TI tersebut tidak benar-benar memahami dan jatuh cinta pada dunia TI. Hanya sekedar memperpanjang nama dan mencari selembar kertas yang sampe sekarang mungkin hanya digunakan untuk melamar kerja. Kalau dianalogikan secara sederhana mungkin terdengar sedikit aneh, pabrik sepatu harusnya lebih banyak menghasilkan sepatu, kalau lebih banyak menghasilkan sendal ya namanya pabrik sendal. πŸ˜†

Nah, kembali ke topik, kalau menurutku pribadi berkaitan dengan pertanyaan di atas. Menjadi programmer itu ya sulit, ya gampang, ya seru, ya menantang, ya menyenangkan. Tapi kadang juga bikin stres dan frustasi. πŸ˜‚


Berapa sih gaji Programmer?
Wow, 😱pertanyaan yang sangat, sangat, sangat sensitif. Tapi ya, kerja pasti ngarepin gaji lah jangan munafik. πŸ˜ͺYap, kalau hal ini mah tergantung Programmer itu kerja di mana. Jadi, aku berbagi menurut pengalamanku aja ya.

Pengalamanku kerja di salah satu startup di Indonesia yang berpusat di Jakarta namanya www.sayurbox.com . Sampai saat ini aku sudah 5 bulan bekerja di SayurBox. Kalau berbicara soal gaji ya mungkin sedikit diatas UMR lah semoga aja terus naik sedikit demi sedikit πŸ˜†. UMR Jakarta. Tapi aku kerjanya di Jogja jadi LDR gitu ama kantor pusat. Meeting tiap hari aja jarak jauh. πŸ˜‚

Yang aku nikmati kerja disini adalah aku ga harus ngantor, pake seragam, harus ini itu tapi aku bisa kerja di mana aja dan kapan aja. Yang paling aku seneng adalah dapet pinjeman laptop Mac dari kantor. Seumur-umur baru kali ini bisa keturutan pegang Mac. Norak ya, emang. Ya setidaknya aku jujurlah ga munafik. πŸ˜…

Dengan waktu kerja yang bisa aku atur sendiri (kecuali emang ada waktu yang ditetapkan untuk meeting dsb.). Aku bisa punya waktu buat belajar hal baru, ngluangin waktu buat keluarga, dan lebih bisa bekerja dengan optimal. Bahkan aku juga bisa kerja jadi freelance remote worker untuk nambah ilmu dan juga sedikit nambah penghasilan.

Pendapatku...
Ya kalau menurutku, jaman sekarang udah ga jaman sih kerja cuma ngejar-ngejar gaji doang. Itu jamannya orang tua kita dulu yang memang pada saat itu yang dikejar adalah titik aman, menurutku anak-anak muda sekarang harus bisa bareng-bareng bergandeng tangan menyelesaikan masalah yang ada di sekitar kita. Anak jaman sekarang ya kalau mau passive income ya belajar nabung di saham, investasi dan banyak hal-hal keren lain yang bisa kita pelajari jangan sampe kita ketinggalan sama hal-hal yang sebenarnya udah lama ada di luar sana.

Ya mungkin ada beberapa dari kalian yang dipaksa orang tua atau dipaksa sama keadaan dsb. Ya, sama seperti aku bilang tadi, pekerjaan punya kelebihan dan kekurangan. Dan yang pasti, apapun pekerjaan yang kita ambil, kalau kita seriusin, pasti bakal jadi bermanfaat buat orang banyak. Jadi Gamer pun kalau benar-benar serius ya bisa aja banggain orang tua.

Kesimpulan
Memilih pekerjaan harusnya bukan dititik beratkan di "Gaji". Bukan berarti kita tidak mementingkan gaji. Jika kita memilih untuk jadi Pegawai, gunakanlah kesempatan itu untuk kita belajar bagaimana Bos kita bekerja dan jangan mau selamanya jadi Pegawai. Jika kita memilih untuk menjadi PNS, kita harus menjadi PNS yang jujur, dan memiliki nilai-nilai positif yang bisa berdampak positif juga buat orang banyak. Percayalah, kalau kita benar-benar mengerahkan energi kita untuk belajar dan bekerja secara jujur. Gaji / Uang akan mengejar kita di belakang. 😁

Web App Developer, Mobile App Developer and Startup Enterpreneur.

2 komentar:

  1. Mantap Mas. Jangan jadi mental Pegawai terus..Hehehe

    BalasHapus

GALIH LARAS PRAKOSO
-
Yogyakarta, Indonesia

SEND ME A MESSAGE