Tutorial pemrograman berorientasi objek [PBO] #1 - Enkapsulasi - Galih Laras Prakoso

Sabtu, 08 Desember 2018

Tutorial pemrograman berorientasi objek [PBO] #1 - Enkapsulasi
tutorial-pemrograman-berorientasi-objek-enkapsulasi

Oke, ini adalah bagian pertama dari rangkaian tutorial pemrograman berorientasi objek. Pada bagian pertama ini kita akan sama-sama memahami apa itu Enkapsulasi. Seperti yang sudah aku janjikan sebelumnya, aku akan mencoba untuk menjelaskan apapun dalam rangkaian tutorial ini dengan bahasa yang sangat sederhana dan mudah dimengerti.

Enkapsulasi
Mari kita mulai dengan sebuah ilustrasi sederhana :

tutorial-pemrograman-berorientasi-objek-enkapsulasi-ilustrasi

Ilustrasi di atas aku rasa sudah sangat menjelaskan apa sebenarnya enkapsulasi itu. Jadi dapat kita simpulkan secara sederhana bahwa :
Untuk berinteraksi dengan sebuah objek pada PBO, kita tidak bisa mengakses atau mengubah atribut yang bersifat private yang ada di dalam sebuah objek tersebut. Kita dapat berinteraksi dengan objek hanya melalui atribut / metode yang bersifat public.
Untuk lebih memahami lagi apa itu enkapsulasi dan bagaimana implementasinya dalam pemrograman, mari coba kita kodingkan objek "Kipas Angin" sesuai dengan ilustrasi yang sudah dijelaskan di atas.

Tenang, jangan pusing atau nyerah dulu, kalau kalian tidak familiar dengan bahasa pemrograman Java, jangan fokus ke baris kodenya yang mungkin asing buat kamu, fokus aja di baris-baris yang sengaja aku beri komentar untuk penjelasan.
"Pahami konsepnya, jangan hanya paham cara membaca dan menulis kodenya."
Oke, untuk membantu kamu memahami baris kode di atas, aku akan jelaskan beberapa bagian dari kode Java di atas :

Atribut : Properti yang dimiliki oleh sebuah class. Misalnya pada kipas angin memiliki kecepatan dan status nyala atau tidaknya kipas angin.

Konstruktor : pada kode di atas ada komentar "konstruktor". Pada java Konstruktor akan dipanggil ketika class pertama kali dibuat. Pada kode di atas kita menggunakan konstruktor untuk menginisialisasi nilai kecepatan dan status nyala atau tidaknya kipas angin.

Method : pada kode di atas pada class KipasAngin kita memiliki beberapa method yang sifatnya public sehingga method-method tersebut dapat diakses dari luar. Method yang aku maksud adalah :
power(), kecepatanPelan(), kecepatanSedang(), kecepatanKencang().

Kesimpulannya...
Jadi, kita sudah berhasil mengkodingkan Kipas Angin fisik menjadi sebuah Objek / Class pada bahasa pemrograman Java. Oke sekarang lebih jelasnya lagi :

- Atribut
Sekarang coba bayangkan atribut yang ada pada kodingan di atas adalah beberapa hal yang tidak kelihatan yang ada dalam body kipas angin. Karena tidak kelihatan secara fisik dan lokasinya secara fisik di dalam Kipas Angin (private) maka kita tidak bisa seenaknya mengakses / mengubah atribut-atribut tersebut. Kecuali kita nekat membongkar Kipas Anginnya secara paksa xD wkwk.
- Method
Sedangkan method adalah tombol-tombol yang secara fisik terlihat dari luar body kipas angin. Dengan tombol-tombol tersebut kita bisa mengubah preferensi kipas angin. Mau mematikan atau menyalakan dan mengubah kecepatan dari kipas angin tersebut.

Agar kamu lebih nyantol lagi, bayangkan enkapsulasi adalah body / casing kipas angin, yang membatasi pengguna / objek lain untuk mengakses properti yang ada di dalam body casing kipas angin tersebut.
Gimana? Sangat-sangat mudah dipahami kan? atau masih bingung? Jangan malu-malu, langsung saja tulis pertanyaanmu pada kolom komentar di bawah ini.
Tutorial selanjutnya :
 Tutorial pemrograman berorientasi objek #2 - Abstraksi >>

Web App Developer, Mobile App Developer and Startup Enterpreneur.

4 komentar:

GALIH LARAS PRAKOSO
-
Yogyakarta, Indonesia

SEND ME A MESSAGE